Cerita ini berkisah di luar angkasa yang bebas. Sangat sepi, kanan kiri seakan mati hanya ada bintang dari kejauhan yang menemani. Bumi beserta bulannya dan matahari bersama planet lainnya.
Sebuah matahari yang selalu menjadi pusat perhatian seluruh benda di galaksi bima sakti. Bulan yang selalu bergantung kepada matahari agar selalu setia menyinari bumi.
Suatu saat matahari sangat serakah, ia ingin selalu menyinari tanpa memikirkan perasaan bulan yang sangat setia kepada bumi. Semua juga mengerti ini akan menjadi gerhana matahari. Bulan dan matahari berebut. Bulan ingin menutupi kekurangan matahari yang selalu serakah kepada bumi.
Semua menjadi normal kembali, bulan, matahari dan bumi berdamai. Bumi merasa semuanya menjadi lengkap. Ia tidak ingin semuanya tiba tiba menghilang lagi. Karena ia selalu ada, ia merasa semuanya membutuhkan dia.
Sampai suatu saat bumi tiba tiba menjadi serakah. Ia ingin bulan dan matahari sekaligus. Ia tidak ingin mereka berdua bergantian untuk menemaninya. Ia ingin keduanya secara langsung. Dan akhirnya ia berpindah menengahi mereka. Peristiwa gerhana bulan pun tak terhindarkan. Isi air di perut bumi menjadi terombamg ambing akibat pasang dan rasa senang karena memiliki keduanya. Tapi ia tidak menyadari akibatnya.
Kisah ini bisa kita pelajari bahwa setiap kita ingin melakukan keinginam kita pasti ada konsekuensinya. Maka dari itu kita harus berani berbuat dan berani bertanggung jawab.Dan jangan berbuat seenaknya yang kita mau.
-I.K.
Senin, 26 Maret 2018
TEKS NEGOSIASI
Bisnis atau seni?
Anak : Yah, lagi sibuk tidak?
Ayah : tidak nak, ada apa memangnya?
Anak : begini yah, beberapa minggu yang lalu ayah menyarankan untuk aku masuk ke jurusan seni saja. Tetapi aku sepertinya lebih minat ke jurusan bisnis. Apakah aku boleh mengambil jurusan bisnis saja yah buat kuliah nanti?
Ayah : mengapa kamu berfikiran seperti itu? Kamu kan pencinta musik.
Anak : ya memang aku sangat suka musik, tetapi menurutku yang masa depannya sudah sangat terjamin adalah jurusan bisnis yah.
Ayah : kamu yakin tidak ingin memilih jurusan seni saja?
Anak : iya yah, lagi pula kalau nanti aku berbisnis aku pasti bisa membuat semua keluarga kita lebih sukses apabila bisinis ini jadi turun temurun. Dan kalau diliat dari nilai ku di rapot nilai ekonomi ku adalah nilai tertinggi ku di rapot.
Ayah : yausudah.. kalau kamu memang ingin dan niat untuk melanjutkan ke bisnis ayah bolehkan. Tetapi ingat! Harus selalu komitmen dan serius!
Anak : waah!! Pasti yah pasti!! Terimakasih banyak ya yah!
Selasa, 16 Januari 2018
Puisi Sahabat Terbaik
Kepadamu, sahabat terbaik
Ini puisi diriku, yang sudah kau ulik
Sangat rapih dan apik
Layaknya batik dan mosaik
Sifatmu itu yang unik
Sering membuatku jungkir balik
Kau datang bagaikan antibiotik
Membuat sakitku membaik
Masalah hidupku yang menjalar
Selalu tidak menentu layaknya bipolar
Tetapi kau selalu muncul dari dasar
Perlahan mengangkatku sampai bersinar
Menemukan dirimu sukar, bagai aljabar
Bagai menemukan mawar di belukar
Dan itu membuatku sadar
Keberadaanmu pasti tidak akan terbayar
Terimakasih kawan,
Telah memberiku berjuta kenangan
Puisi ini hanyalah pengandaian
Kehadiran dirimu yang selalu membahagiakan
I.K.
I.K.
Rabu, 15 November 2017
Puisi Penerus Bangsa
Kami para anak indonesia
Yang selalu gembira
Mengembangkan tugas mulia,
Mengibarkan bendera pusaka.
Berkarya, berdoa serta bertakwa
Tanpa mengenal putus asa
Demi keharuman nusa bangsa
Yang sangat mulia namanya
Tanpa anak bangsa sadari
Kita selalu mengiringi
Manis pahitnya negeri ini
Yang selalu kita cintai.
- I.K. ❤️
Langganan:
Postingan (Atom)
This thing upon me howls like a beast, Your flower your feast Just let me know i’ll be at the door hoping you’ll come around Just...
-
Undang undang berkata Kemerdekaan hak segala bangsa Semua sejahtera Kami merdeka kami bahagia Hanya sebuah kata Tapi sengsara seakan s...
-
Cerita ini berkisah di luar angkasa yang bebas. Sangat sepi, kanan kiri seakan mati hanya ada bintang dari kejauhan yang menemani. Bumi bese...
-
Bisnis atau seni? Anak : Yah, lagi sibuk tidak? Ayah : tidak nak, ada apa memangnya? Anak : begini yah, beberapa minggu yang lalu...